Tantangan 15 Hari Menulis Blog - Hari 4: Tayangan Inspiratif

Tayangan Inspiratif: menghibur, edukatif, dan berkesan

Tayangan inspiratif yang menjadi tema di hari keempat tantangan menulis 15 hari dari Blogspedia adalah sebuah tema yang tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Saya berpikir, bagaimana sesuatu menjadi inspiratif. Jika ditanya inspirasi, biasanya saya akan mengasosiasikan dengan kata ide dan contoh, atau dalam bahasa desain disebut dengan preseden. Namun, di sini saya tidak ingin menulis tentang desain, karena bagi saya kurang kuat makna kata inspiratif yang tercermin di sana.

Lalu, inspiratif yang bagaimana yang harusnya saya tuliskan dalam artikel kali ini? Saya memulai dengan memberikan tiga kata kunci: menghibur, edukatif, dan tentu saja sesuatu yang inspiratif pasti berkesan. Berhubung tontonan saya lebih banyak mengikuti genre dari tontonan anak, saya biasanya berusaha mencarikan tayangan yang memiliki sisi edukatif, yang tentunya juga tidak membosankan untuk ditonton anak dan tetap menghibur untuk orang tua yang ikut menonton. Berikut salah satu channel YouTube Kids yang saya rasa cukup menghibur, memiliki sisi edukatif, dan memberikan pesan juga kesan yang sangat positif: The Dodo Kids Channel!

 The Dodo Kids Channel on YouTube Kids

Sebelum menceritakan salah satu video dari channel The Dodo Kids yang inspiratif menurut saya, mari sedikit mengenal profil dari The Dodo dan mungkin beberapa ibuk dan bapak sudah pernah juga menonton produknya yang lain, salah satunya yang release di Netflix 2020 lalu, "Izzy Bee's Koala World", meskipun bukan tayangan ini yang akan saya ulas dalam artikel ini. 

The Dodo adalah sebuah YouTube Channel asal Amerika dan didedikasikan untuk menyebarluaskan apresiasi terhadap binatang atau hewan. Produknya berupa video dan film dokumenter berbagai spesies hewan, dan bertujuan untuk membuat viral nilai dari mencintai hewan dan merangkul serta menyediakan media bagi para pecinta hewan di seluruh dunia untuk menyebarkan rasa kasih sayang terhadap hewan melalui channel mereka. Format penyajian video berupa story telling dan dokumenter, membuat para penonton menikmati cerita yang disajikan. 

The Dodo didirikan pada Januari 2014 oleh Izzie Lerer, putri seorang eksekutif media Kenneth Lerrer. Izzie merupakan seorang PhD di bidang studi hewan, dengan fokus studi pada animal ethic and human relationships di Columbia University. Dia pertama kali membuat website mengenai video hewan setelah menyadari kesuksesan dari video hewan yang viral, selama ini belum memiliki ruangnya atau wadahnya sendiri. Akhirnya setelah meluncurkan The Dodo versi 2 bahasa (Inggris dan Spanyol), menggandeng editorial dan staf produksi dengan kolaborasi bersama the Writer Guild of America, Izzie melebarkan bisnisnya menjadi TV Series "Dodo Heroes" (2018) di Animal Planet, "Best Dog Day Ever" (2019), meluncurkan "Dodo Kids" (2019) sebagai Youtube channel dengan sponsor dari Paramount Picture. Terakhir di 2020 serial Netflix "Izzy Bee's Koala World" juga sukses mengenalkan akibat dari kebakaran hutan di Australia terhadap populasi Koala disana.

Salah satu konten The Dodo Kids yang menurut saya menghibur, edukatif, dan berkesan, dengan kata lain tayangan yang inspiratif bagi saya, adalah konten "Rescued!".

It Takes A Whole Neighborhood To Rescue This Racoon's Head From A Can


Di atas adalah tautan untuk menonton langsung video yang saya nilai sebagai tayangan inspiratif. Dari judul videonya, saya rasa kesan dan pesan dari video ini cukup membuat kita berpikir, "repot-repot amat sampai harus bawa sekomplek buat nyelametin rakun?!", di sini mana ada yang peduli, rakun pula suka bikin ribut di genteng. Tapi video ini cukup menggambarkan ya, perbedaan civilization atau adab di negara maju dan negara berkembang. Di sana mereka terlatih untuk berempati, bahkan kepada yang bukan manusia. Meskipun dikenal sebagai masyarakat yang cenderung individualis, namun mereka memiliki kepekaan dan empati yang tinggi. Mereka memilih individualis karena tidak mau mengganggu orang lain. Berbeda dengan negara berkembang, yang memang lebih hangat dan kekeluargaan, namun kepekaannya tidak dilatih untuk membantu, justru malah kadang hanya digunakan untuk mengomentari atau lebih parah lagi bergosip atau memfitnah. Aduh, jangan ya ibuk2....
Kembali ke cerita si rakun. Kita semua tau, rakun di sana pun merupakan hewan yang dikategorikan pest atau hama. Mereka sering kali mencuri  dari tempat sampah atau malah rumah warga sisa-sisa dan bahan makanan. Namun manusia beradab tau, memang naluriah hewan adalah bertahan hidup, dan jika harus mencuri, mereka tidak tau kalau mencuri itu salah, apalagi dosa. Ya rejeki mereka dari sampah kita, atau dapur kita. Salah manusia atau penghuni yang membiarkan pintu atau jendela tidak aman dari rakun. Beda ya kalau di sini, kayanya kalau ada rakun yang kejebak kepalanya di dalam kaleng bekas, malah kita sukurin, atau malah kita sengaja pasang perangkap, kasih racun tikus di umpan, astaghfirulloh...
 

Yang bikin lebih kagum lagi, di video ini, Mark si pembuat videonya, sampai rela bolak balik rumahnya buat ambil peralatan yang bisa membantu kepala si rakun bebas dari kaleng bekas. Di sini, boro-boro ya balik lagi, saya juga paling cuma komentar, "duh, kasian banget ya, mudah-mudahan ga mati nanti....". Sungguh masih jauh sekali adab kita ini. Selain Mark, ada 2 orang tetangganya yang juga ikut membantu menyelamatkan kepala si rakun dari kaleng, mereka rela meluangkan waktu dan tenaga untuk seekor hewan yang mungkin, esok harinya akan mencuri dan membuat tempat sampah mereka berantakan. 


Video ini sangat singkat, kurang dari 4 menit. Dibawakan dalam bentuk cerita oleh seorang anak laki-laki, jadi terdengar cukup jenaka bagi saya dan anak saya saat menonton. Kami ikut tegang saat rakunnya diangkat di bagian kalengnya, dan saat diselimuti dengan karpet. Tayangan ini berkesan bagi kami, dan memberikan inspirasi betapa manusia sebagai khalifah di bumi seperti yang diajarkan dalam agama, memiliki kelebihan akal. Dan bagaimana kita nanti akan ditanya, sudahkah orang-orang, hewan, tumbuhan, dan alam di sekitar kita merasa diperlakukan adil oleh kita? Wallohu'alam, semoga tayangan yang kita pilih tidak sekedar memberikan hiburan, namun juga memberikan pengetahuan dan berkesan. Kira-kira ibuk-ibuk atau bapak-bapak lain, lebih suka menonton tayangan yang seperti apa ya?



Referensi:

Komentar

Postingan Populer