Awal mula bercerita...

Menjadi ibu adalah sebuah anugerah bagi saya. Saat masih gadis dulu, tidak pernah terbayangkan hidup saya akan diwarnai dengan celotehan bocah kecil yang hobi memanggil, "ibuk... ibuk...". Sebelum saat-saat istimewa ini terlupakan, karena seringkali saya lupa dalam pendokumentasian akibat terlalu menikmati 'momen', maka saya coba menuliskan cerita-cerita ini dalam blog.

Sebenarnya selama ini ada beberapa momen yang saya bagikan melalui akun instagram, melalui foto-foto yang saya ambil sebagai sebuah kenang-kenangan akan peristiwa hidup. Beberapa foto itu mungkin menggambarkan bagaimana jungkir-baliknya dunia yang saya lalui, sebelum dan setelah memiliki anak. Jika melihat postingan dalam instagram @destiayu96, sepintas akan terlihat 'kesibukan' saya sebelum dan setelah memiliki anak.

beberapa momen saat bekerja di 'swasta'
 
beberapa momen saat bekerja di 'pemerintah'

Saya bukan orang yang senang membagikan cerita pribadi kepada publik, sekadar mengupdate kehidupan di dunia medsos bagi saya adalah memberikan kabar bagi keluarga atau teman lama yang mungkin terlalu sungkan untuk menghubungi secara personal, karena itupun yang saya lakukan terhadap yang lain. Saya senang melihat postingan teman-teman yang sudah lama tidak bersua, sahabat-sahabat yang mungkin sudah tidak lagi berada dalam lingkungan yang sama. Melihat mereka bahagia dengan hidup mereka, bahagia dengan pilihan-pilihan mereka. 

Namun, saya menyadari bahwa penggunaan medsos yang tidak bijaksana dapat membuat seseorang merasa terganggu. Pada kasus saya, membuat self-esteem saya melemah karena secara disadari maupun tidak, melihat kehidupan orang lain akan membuat kita merefleksikan kehidupan pribadi. 

my baby, my new world

Beberapa waktu lalu, saya merasa mengalami titik jenuh dalam hidup sebagai seorang Ibu, merasa 'berkorban' ego terlalu banyak, karena hidup saya seolah-olah diambil alih oleh bocah lucu yang memanggil saya ibuk. Beruntung saya dikelilingi oleh support system yang baik, orang-orang yang selalu menyadarkan betapa beruntungnya saya dalam hidup ini. Dan tentunya, bekal yang diberikan oleh kedua almarhum orang tua saya dalam memaknai 'peran manusia' dalam hidup, membuat saya berpikir, semua ini adalah rencana terbaik dari Tuhan untuk saya.

Tulisan ini menjadi sebuah awal mula bagi saya, mencoba mengungkapkan apa yang saya rasakan dan alami setelah menjadi seorang ibu, dalam perjalanan mendampingi dan membesarkan seorang anak laki-laki yang saat ini akan menginjak usia 5 tahun. Wow, rasanya baru kemarin saya lihat mulut kecilnya membuka dan menutup di layar USG! Masyaa Alloh dan alhamdulillah 'ala kulli haal...

bayi di perut mangap2 kaya ikan

Melalui tulisan dalam blog ini, saya ingin bercerita tentang perjalanan pribadi saya. Perjalanan saat menjadi seorang istri yang kemudian menjadi ibu sebagai identitas dan pekerjaan utama saya (yang selalu saya ingatkan pada diri sendiri berulang kali!), juga perjalanan dalam mengamalkan ilmu dan mendedikasikan kemampuan yang dimiliki sebagai abdi negara dan mahasiswa (mamaksiswa, istilah kerennya). Mungkin kedepannya saya akan menggunakan format bercerita yang lebih santai, karena begitulah hidup saya rasakan. Santai tapi sesuai target. Santai tapi tetap bertanggungjawab. 

Apa yang saya bagikan belum tentu sama seperti apa yang dirasakan ibu-ibu lainnya. Selain itu, melalui blog ini, saya juga ingin belajar dan mengembangkan kemampuan menulis, sebagai wadah bercerita dan mengasah skill dalam menyampaikan hal-hal yang saya temui dan amati di sekitar, serta mengajak pembaca untuk bereksplorasi bersama.

Sejauh perjalanan ini, saya amat bersyukur terhadap apa yang Alloh anugerahkan. Melalui tulisan ini, semoga bisa menjadi catatan yang tak lekang waktu dan mudah-mudahan ada yang bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja yang tidak sengaja membacanya.

Cerita lainnya akan menyusul, insyaa Alloh.

Salam kenal dunia blogging!

Ibuk Desti Ayu

Komentar

Postingan Populer