Tantangan 15 Hari Menulis Blog - Hari 2: Resep Kuliner Keluarga

Memasak Mudah dan Praktis


Bismillah, tantangan menulis di hari kedua ini temanya Resep Kuliner Keluarga. Saya mengartikannya sebagai resep makanan yang rutin dikonsumsi keluarga. Nah, kebetulan sekali saya bukan ibuk-ibuk yang jago memasak maupun gemar memasak. Memasak tentunya memang sesuatu yang hampir selalu uiditemui di sebuah rumah tangga, meskipun demikian tidak selalu menjadi tugas wajib bagi ibu rumah tangga. Saat ini bapak-bapak pun sudah banyak yang memasak untuk keluarganya, dan ibuk-ibuk juga bisa saja pesan catering untuk keluarga. Mindsettytttt memasak adalah tugas ibuk di rumah tangga sudah mulai berubah ya, jadi bagi saya pun memasak tidak wajib2 amat. Tapi, karena antara saya dan suami saat ini lebih terampil saya dalam memasak lauk (fyi, suami lebih jago baking, jadi bikin donut atau brownies justru beliau yang lebih enak hasilnya), maka saya yang bertugas di rumah. Kalau saya tidak memasak, saya bisa membeli lauk di warung makan di luar. Alhamdulillah, ga seribet itu rumah tangga ya, hehehe.

Memasak memang tidak wajib, tapi makan yang bergizi itu wajib untuk menjaga kesehatan. Apalagi kami sudah diamanahi seorang anak, kasian kan kalau dikasih makan sembarangan. Setiap pagi, saya memasak untuk bekal lauk dan menu makan yang bisa dimakan 2-3x tergantung porsi. Jadi memasak bisa dilakukan hanya 1x saja kalau di rumah saya, tapi kalau agak longgar sore saya bisa masak lagi, melihat sisa lauk pagi kira-kira cukup atau kurang untuk makan malam.

Anak saya yang berusia 5 tahun saya titipkan di daycare. Meskipun sudah ada jatah makan siang dan sore, saya masih rutin membawakan lauk tambahan. Nah, karena harus dibawa sebagai bekal, jadi saya lebih suka membuat 2 menu masakan tiap pagi; lauk kering dan sayur. Namun jika kepepet waktu, kadang saya hanya memasak lauk kering saja, yang penting pagi bisa dibawa bekal untuk anak, sedangkan lauk sayur bisa dimasak sorenya untuk makan malam.

Nah, saya ada resep mudah membuat lauk kering yang bergizi buat keluarga. Popcorn Fish Fillet, sebut saja begitu ya untuk artikel ini, karena biasanya saya cuma bilang mau masak ikan dori.

Bukan Dori, tapi Pangasius!

Sebelum masuk ke resep, saya mau sharing sedikit. Tentang ikan dori ini yang sampai tahun lalu saya masih berpikir ini ikan dori temannya nemo dan marlin 🙈, ternyata bukan dori beneran pemirsaa…. Saya baru tau dari kemasan ikan yang saya beli di toko freshmart. Anak saya suka sekali makan ikan karena teksturnya yang lembut. 

Dan saya sering titip beli sama suami kalau lagi pulang kantor. “Beh, titip belikan dori ya dari freshmart..!”

Kemudian suami saya pulang, membawakan belanjaan dan bilang, “Buk, dorinya ga ada, yang jual bilang adanya ini. Bungkusnya ikan pangasius tapi kok kaya dori ya?” 

Jadi di kemasan ditulis ikan pangasius jenisnya. Memang kurang gaul dan ga hapal ya bahasa latin ilmiah, ternyata pangasius itu nama lainnya ikan patin, buibuk. Nah, pangasius ini bukan ikan laut, tapi meskipun bukan ikan laut, kandungan gizinya juga baik. Menurut artikel di efishery (lihat referensi), ikan pangasius atau patin memiliki beberapa perbedaan dengan ikan dori selain beda jenis perairan. Berikut beberapa perbedaannya (sumber dari efishery):

Lalu mengenai kandungan gizinya, patin meskipun bukan ikan dari laut ternyata memiliki protein dan berbagai kandungan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Saya coba carikan sumber data kandungan gizi dari ahlinya ya, tadi ada artikel dari dr-fadhli-rizal-makarim (2022) yang mendeskripsikan gizi dari ikan patin yang saya temukan dari halodoc.com. Berikut saya mencoba membuat rangkumannya dalam bentuk flyer (bonus foto daging ikan pangasius alias patin dari saya):



Resep Kuliner Keluarga : Popcorn Fish Fillet!


Nah, setelah tau bedanya ikan dori dan patin juga kandungan gizi dari ikan patin, saya mau berbagi resep mudah dan praktis mengolah ikan patin yang menjadi menu kuliner favorit keluarga saya. Popcorn Fish Fillet! 

Resep dan Modal :

  • Ikan Pangasius 1 potong (kemasan isi 4 harganya Rp 57.000 bisa 4x masak)
  • Tepung Bumbu Bakwan (Sasa Rp 6.000, - Rp 8.000)
  • Tepung Terigu (opsional, saya campur agar tidak terlalu asin)
  • Kaldu Rasa Jamur (Totole Rp 6.000)
  • Telur 1 butir (Rp 2.200 - Rp 2.500)
  • Minyak goreng sesuaikan ukuran penggorengan, usahakan ikan terendam (Rp 20.000/kg
Jadi untuk satu menu ini Rp 18.000 - Rp 20.000 ya, karena pemakaiannya tidak seluruh isi kemasan digunakan. Lumayan ya bisa buat 2-3x makan lho ini. Cukup mudah ya, buibuk? Dan memasak menu ini bisa dilakukan dalam waktu 15-30 menit saja. Sambil ditinggal nanak nasi, goreng beres, wiiiy… langsung deh disantap hangat-hangat. Kalau anak saya suka makan pakai mayonnaise, saya dan bapaknya cocol sambal bangkok. Sedaaap! Kalau ada salad sayur di rumah bisa jadi menu pelengkap (sayang pas bikin tulisan ini lagi ga ada stok salad, dan memang ga stok, hehehe)

Semoga bisa jadi inspirasi menu mudah dan praktis buat ibuk (dan bapak) ya di rumah. Sederhana sekali dari ibuk yang ga hobi masak dan masak cuma itu-itu saja, hehehe... Silakan dicoba!

Disclaimer: saya tidak sedang mengendorse produk, reviu ini jujur  karena saya konsumsi sendiri dan cocok. Bahan tepung dan bumbu bisa diganti dengan bahan yang sering dipakai di rumah ya, buk, pak!


Referensi : 

https://www.halodoc.com/artikel/ini-kandungan-nutrisi-yang-ada-dalam-ikan-patin

https://efishery.com/perbedaan-ikan-dori-vs-ikan-patin/

Komentar

Postingan Populer