Tantangan 15 Hari Menulis Blog - Hari 1 : Skincare Favorit Ramah Kantong

Tantangan Menulis Artikel #1: Skincare Favorit Ramah Kantong

Bismillah, mencoba memulai dan membuka lagi blog ini setelah memutuskan mengikuti tantangan 15 hari blogspedia. Sedikit memaksakan diri di tengah banyaknya tugas kuliah dan tugas rumah, tapi saya pikir kalau tidak dipaksa memang jadi cenderung malas bercerita melalui blog, padahal tujuan awal membuat blog supaya bisa berlatih menulis, berbagi dan mengurai kekusutan di kepala. Jadi memang kalau mulai malas menulis, ikut tantangan seperti ini bisa jadi motivasi buat blogger baru seperti saya.

Inspirasi dari tema. Ah, kapan lagi disediakan tema sebagai bahan untuk menulis. Karena tujuannya untuk berbagi, saya masih sulit mengidentifikasi hal-hal yang mungkin bermanfaat bagi pembaca (barangkali ada yang mampir 😅).

Disclaimer : Tulisan ini review pribadi sesuai kecocokan yang saya rasakan. Boleh jadi hasilnya berbeda terhadap setiap orang. Saya juga tidak melakukan endorsement. Artikel ini semata-mata dibuat untuk keperluan mengikuti tantangan dari Blogspedia. Semoga bermanfaat.


Basic Skincare versi ibuk : Halal, Anti-ribet, Ramah Kantong

Tema artikel #1 untuk tantangan ini adalah kecantikan mengenai skincare favorit yang ramah kantong. Bukan hal yang berpengaruh signifikan dalam hidup saya pribadi sebenarnya, karena saya tipe yang cuek dengan penampilan. Tapi setelah saya renungi, sebetulnya sebelum menikah dulu saya termasuk perempuan yang rajin mengaplikasikan skincare. Bahkan sempat menjadi pelanggan setia E*ha Clinic. Mungkin karena saya tidak atau belum memiliki permasalahan kulit muka yang perlu perhatian khusus, memilih skin care jadi seperti mengikuti tren saat itu. Tapi setelah hamil, saya sadar bahwa apa yang dikonsumsi oleh calon ibu, baik makanan ataupun produk kecantikan, dapat mempengaruhi kondisi janin dalam kandungan. Dan waktu itu saya juga bertanya ke dokter E*ha langganan, memang dianjurkan krim pagi dan malam distop saja. 

Dari situ kemudian saya menjadi tidak rutin kontrol ke E*rha, dan tidak lama kemudian benar-benar stop pemakaian krim muka, hanya sekedar menggunakan sabun cuci muka saja sampai anak saya lahir dan lulus ASI eksklusif. Jika sudah vakum cukup lama, rasanya malas memulai lagi perawatan muka. Adanya pengeluaran tambahan setelah memiliki anak, belum lagi biaya lainnya yang tidak terduga membuat saya menomor sekiankan pembelian produk skin care. Saya sempat gonta ganti merk lokal untuk moisturizer, dari Olay (jaman dulu, sekarang masih ada ga ya produknya?), Ponds, Biore. Memilih skin care itu lebih rumit dari memilih pasangan ya, bestie… hahaha.. Jujur, saya agak malas sebetulnya mencoba merk yang lebih mahal, takut tidak cocok dan berakhir mubazir.

Lalu saya mendapatkan pertimbangan baru dari teman sesama ibu-ibu, katanya yang penting pastikan halalnya. Wah, saya baru sadar selama ini saya tidak berpikir halal menjadi kriteria yang harus dipenuhi oleh skincare. Dengan kriteria ini pilihan saya pun menjadi lebih sederhana sebetulnya, Wardah, apalagi ikon halal kosmetik Indonesia?

WARDAH Acnederm Series

Series Wardah yang saya gunakan adalah acnederm series, karena dari dulu masalah muka saya ya cuma jerawat dan minyak berlebih. Rasanya sudah paling cocoklah untuk kebutuhan kulit saya saat itu. Produk yang saya gunakan cukup standar karena sekarang lebih ribet mengurusi hal lain selain muka🙈. Ada cleansing foam, toner, day cream dan night cream. Wardah cukup terjangkau untuk ibuk-ibuk seperti saya, yang masih punya banyak kebutuhan lain yang harus diutamakan. Paling tidak muka tidak seperti maskeran minyak lah ya😝. Kacamata sering melorot kalau hidung licin berminyak, sebel banget kan. Budget skincare sebulan tidak sampai Rp 150.000,- dan malah sering extend ke tengah bulan berikutnya karena kadang suka lupa pakai kalau ketiduran atau buru-buru. Berikut series Acnederm yang dulu saya gunakan rutin, ijin screen shot langsung dari website resmi Wardah dengan harga sesuai yang tertera di sana. Ada satu produk lagi dari series ini yang saya gunakan saat jerawat lagi pedih-pedihnya, namanya Wardah Acne Spot Treatment Gel (harganya Rp 28.500,-).


 

SAFI  Age Defy Series & Hydra Glow Series

Karakteristik manusia, apalagi perempuan, sepertinya kurang sekali rasa bersyukurnya 😣. Jika diteruskan sebetulnya Wardah masih cocok untuk kulit saya, tapi rasa insecure karena pertambahan umur mulai saya rasakan setelah memasuki usia kepala 3. Aduh, flek hitam ini bekas jerawat ga ilang-ilang, atau memang pigmentasi ya. Aduh, mataku mulai keliatan guratnya. Memang sudah tua, mau diapain lagi ya, buk. 

Yah, namanya juga usaha, melihat teman-teman wanita di sekitar saya yang terlihat masih muda dan kencang mukanya, saya mulai berpikir apakah sebaiknya saya beralih ke skin care sesuai umur saya? Riset kecil-kecilan dan tidak mendalam (karena memang tidak terlalu menyenangi bidang kecantikan), akhirnya pilihan saya jatuh pada SAFI Age Defy Series dan Hydra Glow Series. Mari kita menipu penuaan, ahahaha..

Sebelum menggunakan series ini, sebetulnya ada kejadian tidak disengaja yang membuat saya, "kok Safi boleh juga ya...". Saat itu saya kehabisan toner Wardah, dan saat mampir ke Alf*mart, ternyata yang tersedia hanya Safi dan beberapa merk lain yang di kriteria saya belum masuk (karena halalnya saya belum pernah cek, dan karena beberapa pernah saya gunakan produk cleanser foam-nya namun tidak cocok). Safi Rose Flower Water (toner yang ada micellar water-nya), adalah pilihan saya saat itu. Dan tanpa saya sangka, efek di muka saya sangat fresh dan kenyal-kenyal gimana gitu. Baunya suka dan tidak membuat lengket.

Dari situlah saya mulai melirik produk Safi. Mungkin belum bisa saya bandingkan dengan produk Age Defy dari Wardah, karena saya mau habiskan dulu stoknya. Membeli produk Safi ini cukup lama eksekusi keputusannya, karena faktor harga membuat saya maju mundur. Setelah meminta pendapat suami, malah disuruh ke E*ha lagi, saya pikir dicoba dulu deh, siapa tau cocok. Kalau sudah dikasih ijin ke E*ha, berarti range harga Safi yang di bawahnya sudah ACC ya, hehehe. Lumayan selisihnya bisa buat jajan yang lain kan.

Saya membeli skincare sesuai dengan kebutuhan yang paling basic banget. (Memang agak medit kalau sama kebutuhan diri sendiri, maklum anak saya lucu soalnya, mending beliin barang buat dia, hehehe). Jadi step skincare rutin saya cukup sederhana: 1) cuci muka pake foam cleanser, 2) usap pakai toner, 3) pakai sedikit serum tapi merata (pakai jari jangan totol langsung ke muka ya bu, biar ga boros), 4) pakai krim bisa siang/malam sesuaikan waktunya.

Total skincare saya jadi ada 5 yang rutin dari Safi, ditambah 1 Acne Spot Gel Wardah. Cukup sederhana sepertinya, di luar itu saya pasti mikir ngapain sih. Hehehe... Dari segi harga memang naik level dari Wardah Acnederm Series. Tapi masih bisa diaturlah ya, pakai cimit2 bisa tahan 1,5 bulan, hahaha... Kurang lebih Rp 330.000,- / bulan itu udah sisa masih bisa dikorek-koreklah.



Mungkin ada beberapa perempuan yang berpikir seperti saya, bahwa skincare itu barang tersier, atau kebutuhan yang bisa dinomor sekian kan. Namun ada teman saya yang bilang bahwa memakai sunscreen itu penting jaman sekarang, karena kanker kulit bisa mengancam dengan kondisi pemanasan global saat ini. Jadi paling ga, tujuan skincare itu buat kesehatan, ga semata-mata kecantikan ya, buk. Dengan mindset ini, bisa jadi motivasi buat ibuk-ibuk atau mba-mba seperti saya yang malas dandan dan cuek penampilan, supaya sadar kalau merawat diri dengan skincare itu bagian dari menjaga kesehatan.

Tips Basic Skincare yang Halal, Anti Ribet, dan Ramah Kantong

Nah, dengan pengetahuan yang basic tadi dari saya yang medit, mungkin bisa jadi masukan buat ibuk-ibuk, mba-mba, kakak-kakak dalam memilih skincare yang sesuai. Singkatnya, saya coba jadikan pointer untuk Tips Basic Skincare versi ibuk: Halal, Anti Ribet, Ramah Kantong.




Kesimpulan

Seperti tadi sudah kita sama-sama simak, skincare itu jaman sekarang bukan hanya untuk kecantikan, tapi juga kesehatan. Ini bukan dalih ya buat proposal ke suami. Hehehe.... Kalau tidak mau harus kontrol ke dokter karena masalah kulit muka, basic skincare jadi wajib buat kita. Self love jangan lupa ya, buibuk! Stay medit, stay gorgeus

Rerefensi:







Komentar

Postingan Populer